Bougenville Cup IV 2017

Meski sempat memimpin 3-1, pasangan PTG IA-ITB Pungky Haryono/Ermansyah Tahir akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya, Alex Sandra/Hananto Budi S, dengan skor kemenangan 8-6. Kedua pasangan bertanding dalam KU-100 dengan minimum usia pemain 45 tahun dalam Open Tennis Tournament Bougenville Cup IV hari Sabtu-MInggu, 14-15 Oktober 2017.

Turnamen yang sudah keempat kalinya diadakan ini mempertandingkan 3 KU: 80, 100, dan 110. Satu (1) peserta boleh mengikuti maksimum 2 kategori. Dua lokasi lapangan yang digunakan adalah 3 lapangan outdoor di komplek Perumahan Taman Bougenville dan 2 lapangan indoor di Lafiqa, Jl. dr. Ratna. Kedua lapangan terletak di daerah Jatibening, Pondok Gede, Bekasi.

IMG_8188_r

Erman/Pungky kedua dan ketiga dari kiri.

Di bawah sinar matahari yang sangat terik sekitar pukul 10.00 pagi itu, skor 3-1 yang diperoleh pasangan Pungky/Erman yang bertanding di Lapangan B itu tidak bertahan lama. Lawan segera mengejar sampai 3-3 dan setelah itu terjadi kejar-mengejar angka tanpa break, 4-3, 4-4, 5-4, 5-5, sampai mereka tertinggal 5-7. Satu angka masih berhasil diperoleh sehingga menjadi 6-7 dan saat servis di tangan Pungky, kembali break dengan menyangkutnya bola di net hasil pukulan overhead tanggung yang dilakukan oleh Pungky. Skor 8-6 untuk pasangan Alex/Hananto.

DSC00008_r

ITB vs UII

Pasangan KU-100 kedua yang diikutsertakan oleh PTG, Igtiander Purba/Agus Maryono, rupanya harus berhadapan dengan pasangan Rizal Pahlevi/Wawan Gani yang notabene adalah alumni UII (Universitas Islam Indonesia, Yogya). Alhasil seperti mengulang kejadian yang belum lama berselang, September yang lalu di Padang dalam Turnamen Antaralumni Perguruan Tinggi se Indonesia, partai ITB bertemu UII di Pool A.

DSC00014_r

Ki-ka: Wawan, Agus, Purba, Rizal.

Dalam partai yang berlangsung di Lapangan A ini, Purba/Agus hanya bisa mengimbangi di dua game pertama, 1-1, setelah itu tertinggal jauh sampai 1-5 sebelum menambah 1 angka lagi menjadi 2-5. Sesudah itu angka demi angka diraih pasangan Rizal/Wawan tanpa bisa dibendung lagi sehingga game kesepuluh ditutup dengan skor 8-2 untuk lawan. Partai ini terpotong sebentar karena sudah masuk waktu shalat Dzuhur.

DSC00028_r

Teguh/Agung

Pasangan ketiga atau terakhir yang dikirim PTG mengikuti KU-80 yaitu Teguh Imam Santosa/Riyadi Agung. Bermain di Lapangan C, mereka berhadapan dengan Herry AK/Faisal Riza yang juga merupakan para pemain yang memperkuat Tim Total Indonesie-SKK Migas yang seminggu sebelumnya berlatih-tanding dengan PTG IA-ITB di Lapangan UMS 80 Kuningan, Jakarta Selatan. KU-80 mempersyaratkan minimum usia pemain 35 tahun.

DSC00030_r

Ki-ka: Teguh, Agung, Wasit, Herry, Riza.

Pertandingan ini sangat berimbang, seru, dan keras. Angka kejar-mengejar terus sampai kedudukan menjadi sama, 7-7. Panitia sudah menentukan bahwa bila skor 7-7 harus diakhiri dengan tie-break. Sewaktu tie-break inilah pasangan Teguh/Agung sudah sejak awal tertinggal 0-3, lalu berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Setelah perpindahan tempat, Teguh/Agung tak kuasa menambah angka lagi sampai akhir tie-break, 3-7, dan pertandingan berakhir dengan skor 8-7 (7-3) untuk kemenangan Herry/Riza.

Jam terbang bertanding

Ikut dalam turnamen menjadi salah satu program kerja Pengurus PTG IA-ITB 2015-2018. Program ini dimaksudkan untuk menambah jam terbang dan memperkuat mental bertanding pemain, selain untuk memperluas wawasan kekuatan di luar PTG. Hasil yang dicapat dalam turnamen, dengan gugurnya ketiga pasangan di babak pertama, tentu akan menjadi pemicu dan penambah semangat berlatih serta bertanding secara terus-menerus.

IMG_8175_r

Turnamen Bougenville Cup yang diadakan oleh Bougenville Boys Club (BBC) ini sendiri sudah memiliki daya tarik yang makin tinggi, terbukti dari membludaknya peminat dan banyaknya sponsor yang berpartisipasi. Di sisi peserta di setiap KU terdapat beberapa pasangan harus bersedia masuk daftar tunggu (wailing list). Sedangkan di sisi sponsor terlihat di antaranya Bank Artha Graha, DPLK BRI, Pegadaian, dan Kompas-Gramedia. Dengan semaraknya dukungan sponsor ini, pihak Panitia menjanjikan hadiah uang pembinaan bagi para juara total berjumlah Rp 27 juta. (wp; foto: berbagai sumber)

DSC00022_r

Partisipasi sponsor yang cukup banyak.