Kisah-Kisah Menarik di Liga PTG

Yang membuat para petenis PTG semakin semangat hadir dan unjuk kebolehan di latihan rutin sekaligus pertandingan liga, adalah liputan yang dibuat oleh Pak Gusmar setiap pasca latihan. Liputannya dengan gaya bahasa yang unik dan lucu, yang selalu ditunggu oleh khalayak PTG. Di halaman ini, kami kumpulkan kisah-kisah yang ditulis oleh beliau selama pelaksanaan Liga PTG Periode-1 ini. Selamat menikmati!

CATATAN KAMIS PAGI (6)

Pak Joko Ramadhan telpon saya Rabu sore kemarin (22 November 2017) jam 16.30, posisi sy masih di jalan tol halim otw ke Lapangan Tenis Elite Club Rasuna. Rupanya beliau dan ibu datang paling awal. Sementara sy msh berjuang dari Bekasi menuju lokasi para pendekar tenis PTG akan bertarung di Liga 1 PTG. Hanya butuh waktu 1,5 jam dari Bekasi ke Rasuna.. 😄. Setelah sholat maghrib sy langsung menuju lapangan indoor. Rupanya sy datang bersamaan dengan Cak Harry Nico, yg terlihat semangat dgn harapan dapat mendulang poin sore itu. Di lapangan sdh berlangsung partai 1 pak Joko, Erman, Hugo, dan Tigor.. partai sangat seru dan imbang, pasangan JR/TM vs ET/HG berkesudahan kemenangan tie break 8-7 utk ET/HG. Tak lama berselang datang mas Imam, pak Yudi, Anto, Kukuh, dan Purba si Putra Petir. Sementara Mba Emmy dan Bu Joko jg sdh datang dan berlatih di ban indoor sebelah, dan pak Wahyu di lapangan outdoor 4 dgn Amin. Ada yg beda sore itu, suguhan makanan lebih komplit. Selain roti ada buah manggis, kelengkeng, salak dan ubi cilembu. Terima kasih banyak Mba Emmy, jangan bosen dan kapok yaaa.. 😄👍. //Erman// Kemenangan di partai awal rupanya baru permulaan bagi pemain ini, sebelum 2 kemenangan berikutnya. Jika diamati memang permainannya semakin meningkat, mungkin motivasi dari keluarga cukup tinggi yg mendorong semangatnya bermain tadi malam luar biasa. Sy juga merasakan kekalahan 2x melawannya. Poin 3 semalam akan mendongkrak posisinya di klasemen sementara. Tapi tolong diingat pesan dari Cak Harry Nico, jangan terlalu jumawa, jalan masih panjaaannggg .. 😄. //Harry Nico & Putra Petir// Dari hasil semalam keduanya memiliki trend yg mirip. Sulit utk meraih kemenangan. Meskipun hasil sama, tapi kelihatannya memiliki sebab yg berbeda, bahkan mungkin berkebalikan. Mungkin cak Harry terlalu banyak hiburan, sementara Putra Petir tertimbun pekerjaan kantor. Terlepas dr semua itu, keduanya perlu utk belajar main lebih tenang. Permainan pak Yudi dapat dicontoh, tenang, bola safe, dan placement yg baik. Jika pola nya pak Yudi bs diambil, yakin dgn kelebihan power saat ini akan dapat membahayakan lawan, bahkan Erman sekalipun… ayo semangat Bro.. 💪😊👍. Trend permainan naik dan turun sdh biasa di dunia tenis profesional, pun bagi para pendekar tenis PTG. Mari tetaplah semangat hadir utk terus berlatih dan mengumpulkan poin demi poin. Diluar semua itu, poin ketemu temen anggota PTG yg lain itu yg paling berharga. Melihat mas Yani yg hadir lagi sangat menggembirakan. Apalagi 2 minggu ini pak Joko dan ibu jg hadir terus, serasa kumpul dg orang tua sendiri. Semoga Allah tetap memberikan nikmat kesehatan bagi kita semua, anggota PTG yg tercinta, aamiin. Salam sehat, Bravo PTG Gusmar

CATATAN KAMIS PAGI (5)

Rabu, 15 November 2017, dimulainya Liga Tenis PTG 1 dgn durasi 3 bulan memperebutkan Piala Ketum PTG. Animo peserta Liga 1 PTG sdh terasa sejak satu minggu terakhir. Namun trik utk mengejar kemenangan cukup sederhana, rajin datang, rajin main, sering menang 🙂. Tdk ada aturan baku dg Liga 1 ini, krn sdh menjadi pengetahuan umum, anggota PTG agak2 alergi dg aturan2. Semangkin diatur, semangkin banyak usulan aturan baru.. Animo sejak semiggu terakhir terbukti dgn kehadiran peserta yg luar biasa. Pak Joko Ramadhan dan Ibu, yg biasanya main hari Selasa di Lapangan Tenis Pemda Kuningan akan hadir rutin tiap Rabu diElite Club Rasuna. Sy tahu pak Joko bukan hanya pengen ikutan Liga 1 PTG, tp sdh rindu kumpul2 dgn anggota PTG lain yg sdh menjadi semakin lucu2, dan permainannya meningkat pesat (kata pak Joko lho.. 🙂). Seperti biasa, pemain jarak jauh dari Salatiga dan Bandung jg hadir. Mas Nurul dan Mas Wawan Hernawan yg sebelumnya jarang ke Rasuna jg kemarin hadir. Mungkin sdh nggak tahan dgn provokasi Erman dan Putra Petir yg masive selama ini. Sy yakin sebentar lagi para pendekar yg msh semedi seperti Mas Setyo, Bang Udin dan Adept bakalan turun gunung. Sayang Pak Wahyu semalam tdk jadi hadir. Antusiasme Liga 1 PTG rupanya tdk hanya menjangkiti kamu pria. Pun demikian kaum hawa. Bu Joko, Mba Emmy (FA82) dan temennya hadir menambah kemeriahan. Sayang mas Amin pelatih tdk hadir, untung Cak Toso bersedia menjadi relawan menemani para kaum hawa. Terima kasih Cak Toso 👍. Permainan dimulai dari Lapangan Tribun, kemudian pindah ke indoor 2. Semalam turun hujan cukup deras shg hanya main di 1 lapangan indoor. Secara umum aura permainan terlihat beda dgn latihan2 sebelumnya. Semalam permainan lebih serius, lebih semangat dan tentu lebih puas bagi yg menang. Semoga yg kalah tdk patah semangat, masih ada Rabu2 berikutnya. //El Classico// Diantara rangkaian pertandingan semalam sy ingin memberilan catatan khusus utk partai El Classico ES/HR vs NS/PH yg berakhir 3-6 utk kemenangan NS/PH. Ini adalah partai ulangan semi final turnamen PTG 2017 di kelas 45. Di awal permainan terjadi kejar mengejar poin sampai posisi 3-3. HR dgn semangat dan volley nya berhasil mengimbangi lawan. Teriakan “Hazzaas..” beberapa kali terdengar. ES dgn pukulan base line kerasnya sering merepotkan lawan. Disisi lain NS masih memperlihatkan kekuatannya. Penetrasi bola, variasi spin dan volley serta determinasinya banyak mendulang poin. PH jg lain saat perpasangan dg NS, placement volley-nya menjadi semakin akurat. Alhasil pertandingan klasik ini dimenangkan oleh NS/PH. Tentu peristiwa semalam tdk bs diceritakan semua disini. Kesenangan, kegembiraan, kekecewaan, ketidakpuasan dgn permainan semalam adalah bumbu2 persahabatan dan kekeluargaan anggota PTG yg semakin kuat. Sampai ketemu minggu depan tentu dgn suasana dan aura yg berbeda. Bravo PTG, 16 November 2017 Gusmar