Dua hari yg cukup melelahkan, sekaligus menyenangkan. Turten alumni 16 PT ini akhirnya terlaksana. Kemarin dan hari ini, 29-30 November 2025, setelah mengalami beberapa kali penundaan. Kali ini alumni Untar sebagai tuan rumah.
Rencana sebelumnya akan dihelat di Lapangan Tenis Indoor Anwa Jakarta Barat. Takdir berkata lain. Lapangan yg relatif masih baru itu roboh diterpa hujan dan angin beliung. Acarapun dipindahkan ke 2 lokasi, Ultradome Sunter dan di Lapangan Tenis Ganesha Tanah Mas, kebanggaan kita.
Tim PTG tahun lalu adalah ranking 5 dari 16, apakah akan berhasil di tahun ini? Mari kita lihat laporan pinggiran ini..
Babak penyisihan dimulai. PTG berada satu group dgn Unpad, UNY dan Unand. Tentu saja kita sdh kenal kekuatan mereka. Wajar, ini adalah turnamen yg ke 15 yg dilaksanakan sejak 2008. UNY adalah 4 besar tahun lalu, dan sdh pernah juara di 2023. Unpad dan Unand jg sdh pernah jadi tuan rumah.
Partai pertama PTG vs Unpad. 4 partai awal score 2-2, sehingga partai kelima sbg penentu. Pasangan ganda prestasi kita Nando & Kitto melawan pemain Unpad Ariya & Marlo yg notabene mantan pemain PON Jabar. Di babak awal pertandingan pasangan kita berhasil memimpin 3-1, akan tetapi hasil akhir menjadi 3-6. Kalah, namun semua bisa melihat Nando&Kitto smaa sekali tdk mengecewakan. Jalan masih panjang utk mereka berdua.
Partai kedua PTG vs Unand, dengan hasil kemenangan 4-1. Score yg cukup wajar dengan melihat kekuatan keduanya.
Partai ketiga PTG vs UNY. Mulanya agak kawatir dgn kekuatan lawan, pernah juara dan tahun lalu 4 besar. Hasil yg mengejutkan sekaligus membanggakan ada di 3 partai pertama, yakni kelas 55+, 50+ dan 45+. Kenapa, karena ketiga partai tersebut kita menang dan score menjadi 3-0 utk PTG. Dua partai sisa 40+ dan prestasi kita kalah, wajar pemain mereka adalah ex PON. Alhasil PTG menang 3-2 melawan UNY, sebuah capaian yg membanggakan.
Hasil akhir group, Unand kalah 3x, PTG Unpad dan UNY sama, masing menang 2x dan kalah 1x. Jadilah penentuan juara dan runner up group yg akan masuk ke perempat final dihitung dari selisih kemenangan ketiga tim tsb.
Sebuah hasil yg tidak menyenangkan bagi PTG. Kita kalah dalam agregate game kemenangan dengan Unpad dan UNY. Jadilah UNY dan Unpad maju ke babak utama sebagai juara dan runner up group. Menjaga tetap semangat dan kompak, malamnya anggota tim dan supporter dinner bersama (foto menyusul๐) ..
Hari kedua, di partai pertama PTG melawan ITS, dan menang 3-2. Partai kedua PTG melawan Unja, dengan hasil akhir kekalahan 2-3. Partai terakhir Agung & Peng2 hanya kalah tiebreak 6-7, kurang beruntung. Alhasil secara keseluruhan PTG berada di peringkat 11. Memang turun cukup jauh, namun jangan lupa ada banyak capaian dr event ini antara lain :
- Tim secara keseluruhan makin kompak, solid dan ok..
- Muncul bibit2 pemain muda penuh harapan utk masa depan..
- Lapangan tenis kita banyak mendapat pujian dari peserta, mereka bilang sangat nyaman utk bermain dan lampunyapun terang. Sesuatu yg akan sulit ditiru oleh tim lain, punya homebase lapangan sendiri ๐. .
Catatan positif lainnya ada di kelas 55+, dimana pak Donny sebagai anggota baru di tim bermain 2x, dengan 100% kemenangan. Alhamdulillah, penulis mengikuti jejak beliau dgn menorehkan hal yg sama ๐๐โฆ
Catatan positif yg kecil namun cukup berarti adalah hadiah ransel raket tenis dari Pak Donny utk semua anggota tim, membuat semua pemain bahagia (mohon jangan ngiri yaa, nganan ajaa) ๐๐..
Terima kasih banyak Pak Jenderal ๐๐๐๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ๐ฎ๐ฉ
Akhir kata, penulis menilai kerja Manajer Oberlin Sihombing secara keseluruhan telah berhasil dan sukses, terlepas dari prestasi yg turun (karenanya perlu dipertahankan utk tahun depan). Tim PTG semakin kompak dan solid, dan yakin kedepan PTG akan mengulang sejarah menjadi juara seperti di tahun 2011, dimana ketika itu penulis masih jadi asisten logistik pemain PTG ๐๐..
Salam kompak, solid dan oke utk kita semua, BRAVO PTG ๐๐พ๐ฎ๐ฉ๐
Penulis,
Gusmar




